5 Jenis Behel yang Ada di Indonesia

2 Jenis behel

Pasang behel gak berarti penampilan kamu jadi jelek. Dengan jenis behel yang tepat kamu bisa mendapatkan gigi yang lebih rapi dan dengan penampilan yang super keren. Apakah kamu tahu ada jenis behel yang nampak seperti hiasan gigi? Atau penasaran bagaimana kamu menentukan mana yang terbaik? Nah, sekarang kita akan ini akan mengupas tuntas setiap jenis behel yang ada, begitu juga dengan kekurangan dan kelebihan dari setiap jenis behel. Siap untuk menemukan behel yang sempurna untuk gigi kamu? Mari kita mulai!

Jenis-Jenis Behel

Jenis Behel Metal

Behel gigi metal, juga dikenal sebagai metal braces atau traditional braces, merupakan salah satu jenis behel yang paling umum dan sering digunakan. Behel ini terbuat dari bahan logam anti karat dan terdiri dari beberapa buah bracket yang dipasang melintang di sepanjang gigi. Bracket-bracket ini berfungsi untuk menyangga kawat yang bertugas menarik gigi ke posisi yang ideal.

Salah satu keunggulan behel gigi metal adalah biayanya yang relatif terjangkau. Selain itu, kamu juga daat menyesuaikan bracket behel ini dengan warna yang kamu inginkan. Pada awal pemasangan, behel ini mungkin terasa berat karena kawat gigi bekerja memberikan tekanan untuk memindahkan gigi ke posisi yang diinginkan. Namun, setelah beberapa bulan kamu akan mulai terbiasa dengan behel ini. Proses perawatan jenis behel metal ini umumnya memakan waktu antara 1 hingga 3 tahun, tergantung pada kondisi gigi yang kamu miliki.

Kelebihan Behel Metal:

  • Biaya lebih terjangkau dibandingkan jenis behel lain.
  • Efektif untuk perbaikan kondisi gigi dan rahang yang kompleks.
  • Bracket dapat disesuaikan dengan warna karet sesuai selera.
  • Memiliki sejarah penggunaan yang panjang dan terbukti efektif.

Kekurangan Behel Metal:

  • Dapat menyebabkan rasa tidak nyaman, terutama pada awal pemakaian.
  • Risiko makanan menempel pada kawat dan bracket, membutuhkan perawatan gigi yang lebih teliti.
  • Kurang estetis dibandingkan jenis behel lain seperti clear aligners.
  • Lama perawatan biasanya lebih panjang, berkisar antara 1-3 tahun.

Jenis Behel Keramik

Behel gigi keramik, atau dikenal juga sebagai ceramic braces, adalah pilihan yang populer di kalangan remaja dan dewasa muda yang mengutamakan estetika dalam perawatan ortodonti. Berbeda dari behel metal konvensional, behel keramik memiliki beberapa karakteristik unik yang menjadikannya pilihan yang menarik.

Jenis behel keramik aluminium oksida. Material ini terkenal karena ketahannya yang satu tingkat di bawah berlian. Keunikan utama behel keramik terletak pada warna beningnya yang serupa dengan warna asli gigi, sehingga terlihat lebih simpel dan kurang mencolok dibanding behel metal. Hal ini menjadikan behel keramik pilihan yang baik bagi mereka yang menginginkan perawatan ortodonti tanpa mengubah penampilan secara drastis.

Kelebihan:

  • Behel keramik kurang menimbulkan reaksi alergi dibandingkan behel metal yang mengandung nikel.
  • Efektif untuk mengatasi susunan gigi yang cukup berantakan.
  • Mempercepat proses perbaikan gigi dibandingkan dengan behel aligners transparan.
  • Lebih sedikit menghasilkan plak dan tidak mengganggu saat melakukan tes rontgen.
  • Tersedia dalam berbagai warna, meskipun kebanyakan orang memilih warna bening yang mirip dengan gigi asli.

Kekurangan:

  • Lebih rentan terhadap noda, terutama dari makanan atau minuman berwarna pekat seperti kopi.
  • Ukurannya yang lebih besar dapat menimbulkan ketidaknyamanan di mulut dan gigi.
  • Lebih rapuh dan tidak sekuat behel metal.
  • Harganya relatif lebih mahal dibanding behel metal.
  • Sulit dibersihkan dan bisa menyebabkan sensitivitas gusi karena ukurannya yang besar.
  • Ada risiko kerusakan pada permukaan gigi saat pelepasan lem behel.

Jenis Behel Lingual

Behel gigi lingual, dikenal juga sebagai lingual braces, merupakan inovasi dalam dunia ortodonti yang menawarkan solusi estetis bagi mereka yang khawatir tentang penampilan saat menjalani perawatan ortodontik. Beda dengan behel konvensional yang terlihat jelas karena dipasang di bagian depan gigi, behel lingual justru dipasang di sisi belakang gigi. Posisi ini membuatnya hampir tidak terlihat ketika kamu tersenyum atau berbicara.

Karena jenis behel ini dipasang di sisi belakang gigi, maka kamu tidak akan merasakan gesekan dengan pipi ataupun bibir, yang tentunya menambah kenyamanan kamu. Hal ini sangat ideal bagi profesional yang perlu mempertahankan citra tertentu di tempat kerja atau bagi remaja dan dewasa yang merasa tidak percaya diri dengan penampilan behel tradisional.

Kelebihan Behel Gigi Lingual:

  • Estetika yang Lebih Baik
  • Kenyamanan Tinggi.
  • Cocok untuk Semua Usia.

Kekurangan Behel Gigi Lingual:

  • Biaya pemasangan dan perawatan behel lingual cenderung lebih mahal daripada behel konvensional.
  • Membutuhkan waktu penyesuaian yang lebih lama dan perawatan yang lebih kompleks.
  • Membersihkan behel lingual bisa lebih menantang karena posisinya yang tersembunyi.

Jenis Behel Sapphire

Behel gigi Sapphire adalah pilihan yang menarik bagi mereka yang mencari solusi ortodonti yang estetik dan efisien. Ini adalah jenis behel konvensional yang fungsi dan cara kerjanya mirip dengan behel metal dan keramik, tetapi dengan keunggulan estetika yang lebih tinggi. Behel Sapphire dibuat dari kristal sapphire atau sapphire sintetis. Material ini memberikan warna transparan yang memungkinkan behel ini beradaptasi dengan warna gigi natural, membuatnya kurang mencolok dibandingkan dengan behel tradisional. Ini sangat cocok bagi mereka yang menginginkan perawatan ortodonti tanpa mengganggu penampilan.

Kelebihan:

  • Bahan transparan seperti kaca sehingga tampilannya tidak mencolok.
  • Material kuat tahan lama
  • Mudah dibersihkan
  • Tidak meninggalkan bekas atau plak

Kekurangan:

  • Waktu perawatan yang lebih lama dari behel metal atau keramik
  • Perlu adanya adaptasi mulut dengan kehadiran behel

Jenis Behel Damon

Behel Gigi Damon, atau dikenal juga sebagai self-ligating braces, merupakan salah satu jenis behel yang cukup populer dan memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan behel konvensional.

Jenis behel damon ini menggunakan klip khusus untuk mengunci kawat pada posisi di gigi, baik dalam bahan metal atau keramik. Berbeda dengan behel konvensional, Behel Damon tidak menggunakan karet elastis untuk mengikat kawat dan bracket gigi. Hal ini mengurangi gesekan dan memungkinkan gigi bergerak lebih bebas dan efisien. Behel ini tersedia dalam beberapa varian seperti Damon Quantum atau metal dan juga Damon Clear, masing-masing dengan keunikan tersendiri.

Kelebihan Behel Gigi Damon:

  • Waktu perawatan lebih cepat karena sistem pengunci terintegrasi yang memungkinkan gigi bergerak lebih efisien.
  • Perawatan lebih nyaman dengan pengurangan gesekan antara kawat gigi dan bracket.
  • Perawatan yang lebih mudah dan efisien, termasuk dalam hal pembersihan gigi.
  • Pengurangan frekuensi kunjungan ke dokter gigi, karena sistem pengunci yang lebih efisien.
  • Hasil yang lebih stabil dalam jangka panjang, dengan kontrol pergerakan gigi yang lebih baik.

Kekurangan Behel Gigi Damon:

  • Biaya yang cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan behel konvensional.
  • Pembatasan estetika, terutama pada varian metal yang lebih terlihat.
  • Pemasangan dan penyesuaian yang membutuhkan keahlian khusus.
  • Mungkin tidak cocok untuk beberapa kasus ortodontik yang kompleks.

Tips Memilih Jenis Behel yang Tepat

Memilih behel yang sesuai memerlukan pertimbangan berbagai faktor, termasuk kebutuhan pribadi, kondisi gigi, biaya, dan preferensi estetika. Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu kamu dalam memilih behel yang tepat:

  1. Pahami Kebutuhan kamu: Penting untuk mengetahui tujuan utama kamu memakai behel. Ini bisa berkisar dari kebutuhan untuk memperbaiki struktur gigi hingga alasan estetika. Misalnya, jika kamu ingin memperbaiki tampilan gigi tanpa membuatnya terlalu mencolok, kamu bisa mempertimbangkan behel transparan atau lingual​​​​.
  2. Jenis Behel yang Tersedia:
    • Behel Metal Konvensional: Ini adalah jenis yang paling umum, efektif untuk berbagai kondisi gigi dan rahang, tetapi dapat menyebabkan rasa sakit dan kesulitan mengunyah pada awal pemakaian​​.
    • Behel Transparan (Clear Aligner): Cocok untuk mereka yang tidak ingin behel mereka terlalu mencolok. Mudah dilepas saat makan atau menyikat gigi, tetapi memerlukan pemakaian konstan selama 20-22 jam per hari​​​​.
    • Behel Keramik: Lebih estetis daripada behel metal, namun lebih rapuh dan bisa berubah warna. Ini cocok untuk mereka yang menginginkan penampilan yang kurang mencolok​​​​.
    • Behel Lingual: Terpasang di bagian belakang gigi, tidak terlihat dari luar, tetapi biayanya lebih mahal dan bisa lebih rumit dalam pemasangannya​​.
  3. Pertimbangkan Kelebihan dan Kekurangan: Setiap jenis behel memiliki pro dan kontra tersendiri. Behel metal cenderung lebih terjangkau tetapi lebih terlihat, sedangkan behel transparan lebih estetis tetapi bisa lebih mahal​​.
  4. Konsultasi dengan Dokter Gigi: Penting untuk berkonsultasi dengan dokter gigi yang tersertifikasi dan berpengalaman. Dokter dapat membantu kamu memilih jenis behel yang paling sesuai dengan kondisi gigi dan kebutuhan kamu​​​​.
  5. Pertimbangkan Durasi Perawatan dan Frekuensi Kontrol: Berapa lama kamu siap menjalani perawatan dan seberapa sering kamu bisa melakukan kontrol rutin juga penting. Beberapa jenis behel memerlukan kontrol lebih sering daripada yang lain​​.
  6. Budget: Biaya behel bervariasi tergantung pada jenisnya. Penting untuk mempertimbangkan budget yang kamu miliki sebelum memutuskan jenis behel yang akan dipasang​​.

Jadi, Jenis Behel Apa yang Kamu Pilih?

Setelah mengetahui semua jenis behel yang umum di Indonesia, sudahkah kamu menemukan pilihan yang tepat? Jika belum dan ingin mengetahui lebih lanjut, kamu bisa langsung kunjungi klinik gigi OMDC terdekat dan konsultasikan kebutuhan kamu. Atau, kamu juga bisa mengunjungi website OMDC untuk informasi jenis behel yang ada di klinik OMDC. Ayo, mulai rapikan gigi kita untuk senyum terbaik!

Leave a Reply