Kapan sih Kamu Harus Mengganti Tambal Gigi? Kenali 7 Tandanya di Sini!

Featured image untuk artikel kapan harus ganti tambal gigi

Pernah nggak sih kamu merasa ngilu atau ada yang nggak beres dengan gigi yang pernah ditambal? Atau mungkin, sudah tambal gigi kamu sudah terpasang dalam jangka waktu yang lama. Mungkin kamu bertanya-tanya, ‘kapan kita harus ganti tambal gigi?’ Nah, di artikel kali ini, kita akan bahas tuntas soal kapan sebenarnya waktu yang tepat untuk mengganti tambalan gigi. Kita akan ulas segala sesuatu mulai dari tanda-tanda tambalan gigi yang mulai bermasalah, sampai tips menjaga tambalan agar awet. Yuk, simak informasinya dan jangan sampai ketinggalan biar gigi kita tetap sehat dan senyum tetap cerah.

Ketahanan Setiap Bahan Tambal Gigi


Di bagian ini, kita akan ngomongin soal ketahanan dari berbagai bahan tambal gigi yang biasa dipakai. Setiap bahan punya kelebihan dan masa tahan yang berbeda-beda, penting banget buat kita tahu supaya bisa memilih yang paling sesuai. Selain itu, kita juga bakal bahas tentang tanda-tanda kapan harus ganti tambal gigi.

Amalgam

Bahan ini kayak veteran di dunia kedokteran gigi. Amalgam sudah dipakai bertahun-tahun karena kekuatannya yang oke banget, terutama buat gigi yang sering digunakan buat mengunyah. Dia tahan lama, bisa bertahan sampai 10-15 tahun! Tapi, Amalgam punya warna yang mencolok karena terbuat dari campuran merkuri dan logam lain, jadi kurang cocok buat yang pengen estetika gigi tetap terjaga.

Resin Komposit 

Nah, kalau resin komposit ini lebih kekinian. Dia populer karena warnanya bisa disesuaikan sama warna gigi asli, jadi kelihatan lebih natural. Resin komposit bagus buat tambalan di bagian gigi yang terlihat saat senyum. Tapi, dia nggak sekuat Amalgam sih. Biasanya, resin komposit bertahan sekitar 5-7 tahun, tergantung cara kita merawatnya.

Ionomer Kaca 

Bahan ini unik, karena mengandung fluoride yang bisa membantu mencegah gigi berlubang. Ionomer kaca biasanya dipakai untuk tambalan di bagian gigi yang nggak terlalu sering terkena tekanan kuat, seperti gigi anak-anak atau area di bawah gusi. Ketahanannya nggak sekuat Amalgam atau Resin Komposit, tapi cukup baik buat kasus-kasus tertentu.

Emas

Ini sih bahan premium. Emas dikenal karena daya tahannya yang luar biasa, bisa bertahan sampai lebih dari 20 tahun! Dia juga biocompatible, artinya nggak menimbulkan reaksi alergi. Tapi, ya itu tadi, harganya mahal dan warnanya emas banget, jadi nggak semua orang suka.

Kapan Kamu Harus Ganti Tambal Gigi

Selain jangka waktu di atas, tanda-tanda seperti tambal gigi longgar, rasa sakit yang terus menerus, atau tambal gigi yang mulai berasa kasar bisa jadi pertanda kamu harus mengganti tambal gigi kamu. Biar lebih rinci yuk simak tanda-tanda lain yang jadi pemicu kapan kamu harus ganti tambal gigi kamu. 

Tambalan Mulai Longgar atau Lepas 

Nah, ini yang paling umum terjadi. Kadang-kadang, setelah beberapa tahun, tambalan bisa mulai longgar atau bahkan lepas. Ini bisa disebabkan karena tambalan sudah tua dan aus, atau mungkin gigi di sekitarnya berubah bentuk atau mengalami kerusakan. Kondisi ini nggak cuma bikin nggak nyaman, tapi juga bisa bikin bakteri masuk dan menyebabkan kerusakan lebih lanjut. Jadi, kalau kamu ngerasa tambalan kamu goyang atau lepas, itu tanda harus segera ke klinik gigi untuk ganti tambal gigi kamu.

Rasa Sakit atau Sensitivitas

Ini juga tanda yang penting untuk diperhatikan pas kamu harus ganti tambal gigi. Kalau kamu merasakan sakit atau sensitivitas pada gigi yang ditambal, terutama saat minum atau makan sesuatu yang panas, dingin, manis, atau asam, itu bisa jadi sinyal bahwa tambalan nggak lagi melindungi gigi dengan baik. Bisa jadi tambalan itu sudah retak atau ada bagian gigi yang terbuka.

Perubahan Warna Tambalan

Khusus buat tambalan seperti resin komposit yang warnanya mirip dengan gigi asli, kalau kamu lihat ada perubahan warna, seperti jadi lebih gelap atau tidak seragam, itu bisa jadi tanda tambalan sudah tua dan perlu diganti. Perubahan warna ini bisa disebabkan oleh makanan atau minuman yang kita konsumsi, atau juga bisa karena usia tambalan itu sendiri.

Tambalan Pecah atau Retak 

Kalau tambalan kamu pecah atau retak, ini serius nih. Tambalan yang rusak seperti ini nggak cuma bikin nggak nyaman, tapi juga bisa bikin gigi jadi lebih rentan terhadap infeksi atau kerusakan lebih lanjut. Retaknya tambalan ini bisa disebabkan oleh banyak hal, seperti kebiasaan menggigit benda keras, kecelakaan, atau cuma karena usia tambalan yang sudah tua.

Lubang atau Kerusakan di Bawah Tambalan 

Ini bisa jadi tricky karena kadang nggak kelihatan atau terasa. Tapi, selama pemeriksaan rutin, dokter gigi bisa menemukan adanya lubang atau kerusakan di bawah tambalan yang sudah ada. Ini bisa terjadi karena tambalan nggak lagi memberikan perlindungan yang sempurna, atau mungkin ada bagian dari gigi yang mulai membusuk.

Tambalan Terasa Kasar 

Kalau permukaan tambalan kamu terasa kasar saat kamu menyentuhnya dengan lidah atau jari, ini juga bisa jadi tanda tambalan itu perlu diganti. Permukaan tambalan yang kasar bisa mengganggu saat makan, dan yang lebih penting lagi, bisa jadi tempat bagi bakteri untuk berkumpul dan menyebabkan kerusakan lebih lanjut.

Gigi di Sekitar Tambalan Berubah

Kalau kamu lihat ada perubahan pada gigi di sekitar tambalan, seperti bentuknya yang berubah atau muncul kerusakan baru, itu bisa berarti tambalan juga terpengaruh dan mungkin perlu diganti.

Penting banget untuk ingat bahwa menjaga kesehatan gigi itu nggak cuma soal rajin sikat gigi dan flossing, tapi juga tentang pemeliharaan tambalan dan restorasi gigi lainnya. Rutin melakukan pemeriksaan ke dokter gigi itu kunci, karena kadang-kadang masalah dengan tambalan nggak selalu terlihat atau terasa oleh kita. Jadi, jangan lupa ya, periksa gigi secara rutin dan jaga kesehatan gigi serta mulut!

Leave a Reply